Pola konsumsi makanan dengan kejadian obesitas pada remaja

Swarjana, I Ketut. Perilaku tampak pada kegiatan keluarga yang mempunyai tiga unsur utama yang mempengaruhi nya. Universitas Indonesia; Dalam definisi tersebut dikemukakan tiga kriteria remaja yang berbunyi sebagai berikut: Pengumpulan data konsumsi makanan yang dapat memberikan gambaran tentang konsumsi berbagai zat gizi pada masyarakat, keluarga dan individu.

Wirakusumah ES. Fast food adalah makanan cepat saji yang diperoleh dari makanan luar rumah yang disajikan dengan sedikit waktu dan tidak perlu menunggu waktu lagi semenjak makanan dipesan sampai dengan disajikan. Advice writer is that school especially school health unit could be more active in conducting preventive measures by conducting regular measurements of nutritional status also provides insights on the impact of the incident overnutrition for children's health.

Hadi H. Sampel penelitian adalah sebahagian siswa kelas II sebanyak orang yang ditentukan berdasarkan perhitungan rumus besar sampel dan metode pengambilan sampel secara proportional stratified random sampling. Hasil Analisa Bivariat Tabel 6. Perengkuan, Rendy Reynaldy, dkk. Badan Pusat Statistik Provinsi Sumsel.

Lussia Kus Anna, Pada hasil penelitian ini menunjukkan bahwasannya gizi lebih berhubungan dengan sarapan. Yatim, faisal. Judarwanto, widodo. Jangan Lewatkan Sarapan, http: PT Gramedia. Mahdiah, Hadi H, Susetyowati. Perkembangan Anak sejak Pertumbuhan sampai Kanak- kanak Akhir.

Zat gizi terdiri atas hidrat arang, protein, lemak, vitamin, mineral dan air.

Diunduh pada 3.Mengenai frekuensi konsumsi fast food, terdapat 30% siswa dengan tingkat konsumsi fast food rendah, 21,09% sedang dan 4,68% siswa dengan tingkat konsumsi fast food tinggi. Secara statistik terbukti bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara kejadian obesitas (p>0,05) dengan konsumsi jenis makanan fast food.

obesitas dengan menggunakan uji chi-square, pada frekuensi konsumsi makanan tinggi energi diperoleh nilai p=0, frekuensi makanan tinggi protein diperoleh nilai p=0, untuk makanan tinggi lemak diperoleh nilai p=0, makanan tinggi karbohidrat diperoleh nilai. Status gizi lebih pada remaja akan memicu untuk terjadinya obesitas yang berlanjut memicu penyakit lain yang akan timbul seperti hipertensi kemudian berakibat menjadi stroke.

Kejadian status gizi kurang dan status gizi lebih dapat dipengaruhi oleh faktor pola makanan.

HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN CEPAT SAJI DAN TINGKAT

Pola makanan yang tidak sehat akan berdampak negatif terhadap tubuh. Hasil studi di Indonesia ditemukan 50% penyakit yang. Das moderne 2-er Set Beistelltische CALA überzeugt durch seine Optik.

Sehingga kejadian obesitas paling sering ditemui pada masa remaja. Pada penelitian ini, konsumsi fast food lebih diarahkan pada pengaruh frekuensi makan, kebiasaan makan dalam keluarga dan motivasi makan dari remaja terhadap fast food yang mempengaruhi peningkatan berat badan sebagai indikator penilaian status gizi yang berlebih.

Find what you need on vsfmorocco.com News, gossip, sports - whatever you.

Pola konsumsi makanan dengan kejadian obesitas pada remaja
Rated 4/5 based on 100 review